MAKALAH GAMETOGENESIS PDF

Depression of nocturnal pineal serotonin N-acetyltransferase activity in castrate male rats. Pineal serotonin N-acetyltransferase NAT activity was examined in intact rats, castrated rats, and in rats that had been castrated and had received testosterone proprionate. Castration resulted in significantly depressing nocturnal levels of pineal NAT p activity in intact rats. Testosterone proprionate administration restored plasma LH levels to normal values in castrate rats but did not induce nocturnal pineal enzyme activity to levels seen in the pineal glands of intact rats. The data substantiate the existence of a feedback control of pineal biosynthetic activity by the hypophyseal-gonadal system, but the identity of the hormone s responsible for regulation of pineal NAT activity is not known. Markers for vulnerability to psychopathology: Temperament traits associated with platelet MAO activity.

Author:Zuramar Nikolkis
Country:Antigua & Barbuda
Language:English (Spanish)
Genre:History
Published (Last):26 January 2011
Pages:363
PDF File Size:18.51 Mb
ePub File Size:16.41 Mb
ISBN:332-6-33102-809-3
Downloads:41134
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Fekasa



Pembelahan sel adalah peristiwa dimana sebuah sel membelah menjadi dua atau lebih sel baru. Pembelahan Sel merupakan cara sel untuk memperbanyak diri atau yang disebut dengan bahasa ilmiahnya proses reproduksi sel. Sel adalah bagian terkecil yang menyusun tubuh makhluk hidup. Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup perhubungan erat dengan proses pembelahan sel ini. Namun begitu fungsi pembelahan sel pada makhluk hidup multiseluler dan uni seluler sangat berbeda meski intinya sama yaitu perbayakan sel.

Fungsi pembelahan sel pada makhluk memiliki 2 fungsi, yaitu:Pembelahan sel. Proses pembelahan sel merupakan cara agar sel dapat tumbuh dan berkembang. Sel yang membelah diri disebut sel induk, sedangkan sel hasil pembelahan diri disebut sel anak.

Pada dasarnya proses pembelahan sel terbagi menjadi 2, yaitu: pembelahan sel secara langsung dan pembelahan sel secara tidak langsung. Pada makhluk hidup bersel eukariotik terdapat dua macam reproduksi sel, yaitu mitosis dan meiosis.

Kedua jenis reproduksi ini akan dijelaskan secara rinci sebagai berikut. Mitosis adalah proses pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak yang masing-masing memiliki sifat dan jumlah kromosom yang sam dengan sel induknya.

Pada fase ini, sel induk yang akan membelah memperlihatkan gejala terbentuknya dua sentriol dari sentrosom, yang satu tetap berada di tempatnya, sedangkan yang satu bergerak kearah kutub yang berlawanan. Membran inti yang masih tampak pada profase awal kemudian segera terpecah-pecah. Butiran kromatin memanjang menjadi benang kromatin. Benang kromatin kemudian memendek dan menebal menjadi kromosom,. Masing-masing sentromer mengandung kinetokor, yaitu tempat mikrotubulus terikat.

Selanjutnya kromosom berduplikasi membujur menjadi dua bagian yang masing-masing disebut kromatid. Bersamaan dengan itu, anak inti nukleolus mengecil dan tidak tampak atau menghilang. Dengan demikian, kromatid benang spindle meluas keluar ke segala arah, disebut sebagai aster. Di akhir pofase, selubung inti sel pecah dan setiap kromatid melekat di beberapa benang spindle di kinektor. Kromosom duplikat lalu meninggalkan daerah kutub dan berjajar di ekuator.

Periode selama kromosom di ekuatorial disebut metafase. Membran inti sudah menghilang, kromosom berada di bidang ekuator, dengan sentromernya seolah kromosom berpegang pada benang gelendong pembelahan. Pada fase ini kromosom tampak paling jelas.

Selama anafase, kromatid bergerak menuju ke arah kutub-kutub yang berlawanan. Pada tahap telofase, kromatid-kromatid mengumpul pada kutub-kutub yang berlawana. Membran inti dan nukleolus terbentuk kembali. Pada sel tumbuhan, di bidang ekuator terjadi pembentukan lempengan sel dari bagian tengah menuju ke luar, sedangkan pada sel hewan terjadi lekukan dari sebelah luar yang makin lama makin ke dalam hingga sel induk terbagi menjadi dua.

Kedua sel anak, masing-masing mempunyai sifat dan jumlah yang kromosom yang sama dengan induknya. Interfase disebut pula fase istirahat, tetapi sebutan ini kurang tepat karena justru pada saat ini sel mempersiapkan diri untuk pembelahan lagi dengan mengumpulkan materi dan energi. Pada fase ini kromosom tidak tampak. Akhirnya pembelahan secara mitosis menghasilkan dua sel anak yang masing-masing sel anakan memiliki jumlah dan sifat kromosom yang sama dengan sel induknya.

Mitosis merupakan mekanisme memperbanyak sel atau pertumbuhan. Mitosis terjadi pada sel-sel tubuh, dan berlangsung mulai dari terbentuknya zigot yang bersifat diploid. Sel-sel tertentu seperti otot dan saraf tidak lagi membelah pada batas-batas tertentu. Sel-sel yang telah mengalami pembelahan diferensiasi tidak lagi membelah secara mitosis. Meiosis adalah proses pembelahan sel dengan dua kali pembelahan yang menghasilkan empat sel anak, yang masing-masing memiliki separuh dai jumlah kromosom sel induk.

Pembelahan sel ini berlangsung melalui dua tahap melalui interfase, dikenal dengan meiosis I dan meiosis II. Benang gelendong pembelahan dari masing-masing kutub menarik kromosom homolog sehingga setiap pasangan kromosom homolog berpisah bergerak ke arah kutub yang berlawanan, sentromer belum membelah.

Setiap kutub menerima campuran acak kromosom dari ibu dan bapak. Kromatid memadat, selubung inti terbentuk, dan nukleous muncul lagi, kemudian sitokinesis berlangsung. Pada manusia terjadi duplikasi 2 kromosom dari jumlah sehingga terbentuk 4 kromatid sehingga terbentuk 23 kromosom yang diduplikasi di setiap kutub.

Benang gelendong lenyap, kromatid muncul kembali; sentriol berperan sebagai sentrosom kembali. Sentrosom membentuk dua sentriol yang letaknya pada kutub yang berlawanan dan dihubungkan oleh benang gelendong. Membran inti dan nukleolus lenyap, kromatin berubah menjadi kromosom yang terjerat oleh benang gelendong. Kromosom berada di bidang ekuator, kromatid berkelompok dua-dua. Belum terjadi pembelahan sentromer.

Kromosom melekat pada kinetokor benang gelendong, lalu ditarik olehbenang gelendong ke arah kutub yang berlawanan yang menyebabkan sentormer terbelah. Sebagai akibatnya tiap kromatid bergerak ke arah yang berlawanan pula. Kromatid berkumpul pada kutub pembelahan lalu berubah menjadi kromatin kembali. Bersamaan dengan itu membran inti dan anak inti terbentuk lagi, dan sekat pemisah semakin jelas sehingga akhirnya terjadilah dua sel anakan.

Pada meiosis terjadi dua kali pembelahan. Satu sel induk yang diploid 2n menghasilkan empat sel anakan yang bersifat haploid n. Profase I loptonema, zigonema, pakinema, diplonema, diakenesis , metafase I, anafase I, dan telofase I.

Di bagian muka telah disinggung bahwa gametogenesis berlangsung di alat-alat kelamin baik pada tumbuhan maupun hewan. Secara prinsip keduanya melalui cara pembelahan yang sama, namun hasil akhirya berbeda. Pada meiosis I, dihasilkan dua sel anakan yang bersifat haploid.

Pada meiosis II, setiap sel tersebut menghasilkan dua sel anakan, hingga pada meiosis II terbentuk empat sel anakan yang disebut spermatid.

Sel spermatid dilengkapi dengan ekor sehingga spermatozoon dapat bergerak bebas bila berada pada medium cair. Hasil akhir dari spermatozoon jamak: spermatozoa fungsional dari satu sel induk yang mengalami meiosis.

Oogenesis berlangsung dalam ovarium hewan atau kandung lembaga dalam bakal biji pada tumbuhan berbiji gametofit betina. Sel primordial asal dalam ovarium yang bersifat diploid ialah oogonium, dalam pertumbuhannya terbentuk oosit primer yang bersifat diploid. Sel ini mengalami meiosis I sehingga terbentuk dua sel anakan, yang satu selnya kecil disebut badan kutub primer.

Keduanya bersifat haploid karena telah terjadi reduksi pada kromosom. Kedua sel ini mengalami meiosis II. Pada sel oosit sekunder juga dihasilkan dua sel anakan, yang satu kecil di sebut sel badan kutub, yang satu lagi ootid yang berlangsung pada meiosis I juga berlangsung pada meiosis II, dan hasil anakan berupa dua sel badan kutub. Namun sel badan kutub mengalami degenerasi dalam perkembangannya hingga akhirnya mati, sedangkan ootid mengalami perkembangan menjadi ovom.

Dengan demikian pada oogenesis, satu induk akhirnya membentuk satu ovum yang fungsional dan tiga sel badan kutub yang tidak fungsional tidak terlibat dalam pembuahan.

Sel merupakan struktur terkecil dari makhluk hidup, oleh karena itu sel sangat menentukan fungsi dan bentuk dari organ atau jaringan yang disusunnya. Kumpulan dari banyak sel dengan struktur dan fungsi yang sama disebut jaringan dan kumpulan jaringan dengan tujuan fungsi tertentu disebut organ.

Untuk bisa mencapai jumlah banyak, sel melakukan pembelahan. Pembelahan sel mempunyai tujuan sebagai berikut :. Skip to content.

Pembelahan Meiosis Meiosis adalah proses pembelahan sel dengan dua kali pembelahan yang menghasilkan empat sel anak, yang masing-masing memiliki separuh dai jumlah kromosom sel induk.

Metafase I Pada fase ini, tetrad berkumpul di bidang ekuator. Anafase I Benang gelendong pembelahan dari masing-masing kutub menarik kromosom homolog sehingga setiap pasangan kromosom homolog berpisah bergerak ke arah kutub yang berlawanan, sentromer belum membelah. Telofase I Kromatid memadat, selubung inti terbentuk, dan nukleous muncul lagi, kemudian sitokinesis berlangsung.

Profase II Sentrosom membentuk dua sentriol yang letaknya pada kutub yang berlawanan dan dihubungkan oleh benang gelendong. Metafase II Kromosom berada di bidang ekuator, kromatid berkelompok dua-dua. Anafase II Kromosom melekat pada kinetokor benang gelendong, lalu ditarik olehbenang gelendong ke arah kutub yang berlawanan yang menyebabkan sentormer terbelah. Telofase II Kromatid berkumpul pada kutub pembelahan lalu berubah menjadi kromatin kembali. Tabel Perbedaan Mitosis dan Meiosis Faktor Pembanding Mitosis Meiosis Tujuan -Untuk perbanyakan sel dan pertumbuhan — Pada tumbuhan juga untuk membentuk sel kelamin gamet — Untuk membentuk sel gamet pada hewan dan spora pada tumbuhan -Berfungsi mengurangi jumlah kromosom agar keturunannya memiliki jumlah kromosom yang sama dengan induk Tempat terjadi -Pada tumbuhan terjadi di jaringan meristematis, misalnya di ujung batang, ujung akar, dan kambium.

AMYLUM ORYZAE PDF

Pembelahan Sel – Pengertian, Jenis, Mitosis, Meiosis, Gametogenesi, Perbedaan, Fungsi, Tujuan

Pembelahan sel adalah peristiwa dimana sebuah sel membelah menjadi dua atau lebih sel baru. Pembelahan Sel merupakan cara sel untuk memperbanyak diri atau yang disebut dengan bahasa ilmiahnya proses reproduksi sel. Sel adalah bagian terkecil yang menyusun tubuh makhluk hidup. Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup perhubungan erat dengan proses pembelahan sel ini.

LEONARD MLODINOW SUBLIMINAL PDF

Pengertian Gametogenesis

Monohibrid adalah persilangan antara dua individu dari spesies yang sama dengan satu sifat beda. Persilangan monohibrid ini sangat berkaitan dengan hukum Mendel I atau yang disebut dengan hukum segregasi. Gregor Mendel pertama kali mengetahui sifat monohibrid pada saat melakukan percobaan penyilangan pada kacang ercis Pisum sativum. Dari persilangan monohibrid inilah Mendel merumuskan hukum Mendel I hukum segregasi. Sesungguhnya pada masa hidup Mendel belum diketahui zat yang menentukan pewarisan sifat bahan genetik. Mendel menyebut bahan genetik itu hanya sebagai faktor penentu determinant atau disingkat dengan factor. Hukum Mendel I berlaku pada gametogenesis F1 x F1 itu memiliki genotif heterozigot.

AL-LUBAB FI SHARH AL-KITAB PDF

Persilangan monohibrid

Proliferasi 2. Pembentukan foll premordial 3. Terhentinya meiosis I 4. Proliferasi Mitosis pada sel indung telur embrional jumlah selnya mencapai 7 juta pada bln ke 5.

HALGAN IYO HAGARDAAMO BOOK PDF

Gametogenesis: Oleh Novika Ayuni Rambe 1502101010040

.

Related Articles